Sesungguhnya sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang dijalannya, semangat dalam mereali-sasikannya, dan kesiapan untuk beramal serta berkorban dalam mewujudkannya.
Keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat dan amal merupakan karakter yang melekat pada pemuda. Kerana sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertakwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Hal itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda

(Hasan Al-Banna)
Showing posts with label Ilmiah. Show all posts
Showing posts with label Ilmiah. Show all posts

Dec 29, 2011

AUKU: Tesis Sebab Relevan Gerakan Mahasiswa Berpolitik

Secebis tesis dan kajian ilmiah (Jabatan Sejarah UM) relevannya untuk mahasiswa berpolitik. Ini merupakan kajian deskriptif bukan cakap-cakap kosong dengan penuh nada emosi semata - mata. Tambahan, kalau rasa tidak puas dengan dissertasi ini, boleh saja mencari hasil tesis karangan Professor Madya Abu Bakar 'Mahasiswa Menggugat' (1973) penerbit UM. Kalau ada perbezaan, sila kemukakan kajian terperinci bukan omongan kosong semata-mata. -Abun

Gerakan Mahasiswa Di Universiti Malaya 1970

Oct 13, 2011

PakSako: Tulis Ubah Dunia

Minggu lepas aku sempat mengikuti Akademi Pak Sako. Banyak ilmu yang telah diserap masuk dalam kepala,berkenaan bab penulisan. Tagline Pak Sako adalah TULIS UBAH DUNIA. Akademi Pak Sako kali ini cukup menginsafkan.

Ya,penulisan sangat penting & dituntut. Rujuk sejarah, pada zaman Khalifah Uthman, beliau mengumpulkan semua hafiz quran untuk menulis wahyu-wahyu yang diterima baginda Nabi Muhammad SAW, walau sebelumnya al quran tidak pernah dibukukan.Hal ini kerana ramai muslim yang syahid ketika perang. 

Menjadi kerisauan Khalifah Uthman jika agama Islam itu akan ‘mati’ didunia dan umat manusia akan sesat. Tidak ada quran sebagai pegangan seperti mana hadis Nabi. Beliau percaya & beriman dengan wahyu pertama yang diturunkan kepada baginda bahawa membaca itu satu perkara pokok untuk mendapatkan & memahami ilmu.

Bayangkan jika quran tidak dibukukan,bagaimana umat hari ini memahami quran? Bagaimana segala ilmu lama akan dikaji & diperkembang? Segalanya melalui tulisan yang dimulakan seseorang.

Jadi untuk mengubah dunia,kita perlu mula menulis. Tulis rencana yang mampu dibahaskan,diperdebat dengan cara yang berhemah, tak kira apa isu, daripada seringan-ringan hingga seberat-berat isu pun. Asal saja berikan sedikit pandangan dalam tulisan. Tapi ingat, perlu juga sedikit pembacaan & dapatan kajian sebelum memulakan satu tulisan.

Nota: Hishammuddin Rais menjelaskan bahawa sejarah bukan ditulis oleh mereka yang menang seperti yang dikatakan barat, tetapi ditulis oleh mereka yang rajin menulis. Artikel-artikel perlu diperbanyak untuk rujukan generasi masa depan membuat perbandingan, supaya konsep sejarah hanya ditulis oleh mereka yang menang diketepikan.

Mungkin selama ini yang menang sahaja yang rajin & bersemangat untuk menulis. Pihak yg tewas tidak menyedari kekuatan tulisan itu mampu memgubah atau memperbetulkan satu fakta yang mungkin disorokkan. Jadi apa yang ditunggu? Jom menulis!

Aug 24, 2011

TABUNG KEBULURAN SOMALIA DILANCAR!!

Salam.. SOS!! Tabung Kebuluran Somalia sudah dilancar!!

CIMB 12590000804058
Maybank 562142708704

atas nama Islamic Relief Malaysia
Lawati blog rasmi IRM

http://irmblog.org/

Derma sekarang & sebarkan..bagi membantu mereka meraikan 10ramadhan terakhir & hari raya ini..Ameen

Aug 16, 2011

Mengimbau 1 muted Malaysia


Renegade filmmaker, writer and columnist Hishamuddin Rais says the last 53 years of Independence have led to the 'bonsification' of the Malay mind.



Amir pointed out that the culture of feudalism is still prominent among Malays, making it difficult for them to pose difficult questions to their so-called leaders. The unwavering support for the sultans of pre-independence, he said, had transferred to hero-worship of politicians after the nation declared independence from the British. "Even after Merdeka, it is unfortunate that the practice has continued. Just look at the BN rhetoric... it is to teach people to be thankful," he said. 


Full story here: http://www.malaysiakini.com/news/142146


Political cartoonist Zunar has had his books banned, pulled off the shelves and declared threats to national security ...

Aug 8, 2011

Tokoh-Tokoh Pemikir Liberal


Berikut ini adalah tokoh-tokoh pemikir paham liberal:

1. John Locke
John Locke
Filsafat politiknya sangat mempengaruhi semua filsuf Barat. Locke mendasari kesimpulannya pada metode empiris dan mengembangkan teori kedaulatan rakyat dengan kekuatan yang terpusat pada kehendak rakyat. Pemerintah hanya merupakan perwalian di mana rakyat mendelegasikan kekuasaannya dan rakyat dapat mencabutnya kembali apabila tidak mempercayai pemerintahan tersebut. Dia membenarkan adanya pembatasan terhadap kekuasaan kedaulatan rakyat, adanya hak rakyat dalam membentuk hukum, adanya toleransi terhadap perbedaan agama yang tidak bertentangan dengan kesatuan politik dan tertib ekonomi yang memberi kebebasan berdagang kepada semua orang. Dia yakin bahwa negara akan menjaga hak-hak asasinya. Ia menolak keabsahan politik pemerintahan gereja yang yakin menyatakan perlunya toleransi agama, tidak termasuk elemen yang subversif terhadap negara. Inti pemikiran inilah yang menjadikan sumber inspirasi bagi revolusi Amerika dan Prancis serta banyak kata-kata Locke yang dikutip dalam Deldarasi Kemerdekaan Amerika dan Hak-Hak Manusia Prancis.






2. John Milton
John Milton
Bukunya Aeropagiticia menyajikan kebebasan intelektual dalam tradisi liberal yang intinya mengandung argumentasi kuat menentang teori otoriter. Dasar asumsinya ialah manusia dengan akal pikirannya dapat membedakan yang benar dan salah; antara yang baik dan buruk. Agar dapat menggunakan kemampuannya itu maka manusia harus mempunyai hak-hak terbatas untuk dapat mendengarkan pemikiran dan cita-cita orang lain sehingga kebenaran akan tercapai dan dapat diperlihatkan dan dipertahankan asal diberi kebebasan untuk mempertahankan diri dalam `pertemuan bebas dan terbuka’ sehingga lahirlah sebuah konsep berdasarkan pemikiran Milton terkenal dengan “Pasar Ide Terbuka”. Konsep lain temuan Milton adalah “Konsep Pelurusan Sendiri”, yaitu dalam pertemuan perdebatan bebas maka semua yang hadir sebaiknya menyatakan pikiran dan perasaannya sebab pembahasan kemudian akan berakhir dengan pendapat yang benar akan bertahan, sedangkan yang salah akan hilang. Apabila yang salah akan menang maka sifatnya akan sementara sebab yang benar akan mencari tambahan pertahanan sehingga melalui proses pelurusan sendiri akhirnya akan menang. Maksud Milton agar pemerintah tidak membatasi pendapat orang jujur tetapi berbeda pandangan dengan pemerintah. Bahkan Milton meningkari kebebasan penuh dari Gereja Katolik Roma karena mereka tidak memenuhi ukuran kejujuran yang dibuatnya. Meskipun imbauan Milton tidak berpengaruh besar, pada abad 18 bukunya beredar secara luas di Inggris dan Amerika.




3. John Erksine
John Erksine
John Erksine berbicara lantang mengenai kebebasan pers dalam abad 18 dan mengembangkan konsep liberal tentang kebebasan pers. Dalam pembelaannya terhadap penerbit yang dituduh melanggar hukum. Penerbitan Thomas Paine yang berjudul The Rights of Main, antara lain … bahwa setiap manusia tidak ingin menyesatkan tetapi berusaha untuk menjelaskan kepada orang lain dengan kemampuan akal, pikiran, dan kesadarannya, kepada seluruh negara tentang pemerintahan secara um um maupun khusus dan kekhilafannya adalah benar.






4. John Stuart Mill
John Stuart Mill
Ia mengingatkan bahwa kebebasan berarti hak setiap individu dewasa untuk berpikir dan bertindak sesukanya, sepanjang itu tidak merugikan orang lain. Semua tindakannya harus bertujuan untuk mencipta, memelihara, dan meningkatkan kebahagiaan orang sebanyak-banyaknya karena masyarakat dikatakan balk bila terdapat sebanyak mungkin orang yang merasakan kebahagiaan. Menurutnya, ada empat dalil pokok pandangan umum tentang kebebasan berpendapat, yaitu (1) apabila kita membungkam sebuah opini berarti bahwa kita membungkam kebenaran; (2) opini yang salah mungkin mengandung kebenaran yang diperlukan di dalamnya agar memperoleh kebenaran secara menyeluruh; (3) apabila opini yang diterima umum merupakan kebenaran seluruhnya namun masyarakat masih cenderung mencekalnya tidak menggunakan akal pikirannya, tetapi berdasarkan prasangka, terkecuali apabila dia dipaksa mempertahankan kebenaran tersebut; (4) kalau opini yang diterima umum tidak diperdebatkan dari waktu ke waktu maka kekuatan dan pengaruhnya terhadap tingkah laku manusia akan menyurut.



5. Thomas Jefferson
Thomas Jefferson
Seorang filsuf yang mencampurkan aliran liberalisme, legalisme, dan tradisionalisme Inggris dengan rasionalisme Prancis yang lebih radikal. Menurutnya, fungsi utama dari pemerintah ialah membangun dan memelihara kerja di mana setiap orang dapat mencapai apa yang diinginkan. Fungsi pers untuk berpartisipasi dalam mendidik perseorangan melalui medianya, dan pada saat bersamaan menjaga agar pemerintah tidak menyimpang dari tujuan semula. Sebagai seorang negarawan pada saat terpilih untuk kedua kalinya, Jefferson dalam pidato pengangkatannya mengucapkan bahwa apabila pemerintah tidak tahan terhadap kritik maka patut berhenti.Pustaka
Politik Komunikasi Oleh Hj. Suyuti S.B.

Jul 23, 2011

Catatan Abun : Ketika Suara Anak Muda Berteriak


Sore ini menjadi suatu kesaksian. Anak muda ini bingkas bangkit bersama ribuan rakyat turun mengisi setiap ruang jalanan ibu kota. Nescaya, 9 Julai bukanlah mitos tentang rusuhan antara kaum tetapi detik penyatuan rakyat di bawah satu bendera. Detik ini sering ditunggu-tunggu oleh sebahagian besar warganya, bukan kerana sentimen atau faktor individu. Di saat ini, tiada seorangpun yang menjaja autoriti untuk berdiri di pencak ketunggalan. Malah, setiap partisipan yang hadir terpanggil untuk mempamerkan solidariti merasakan bahawa mereka sebahagian daripadanya. Mereka tiba dengan seruan sebuah kata: menuntut hak bagi yang berhak. Kuasa pilihanraya kini dimonopoli yang punya kuasa tetapi kononnya diabsahkan dengan tuntutan kolektif rakyat. Maka benarlah kebodohan itu tidak mengenal kelas dan darjat. Malah, seorang patriaki menonjolkan pemikiran yang lebih bodoh berbanding seorang pengemis yang merempat di kaki-kaki jalanan .





Ternyata, memori yang paling bermakna untuk disingkap dalam catitan adalah berkenaan soal anak muda. Petang itu menjanjikan segalanya. Ada yang tiba dari ceruk-ceruk paling dalam sekitar tanahair, ada pula yang sememangnya datang dari dalam kota. Namun, hasrat orang muda ini punya pengertian yang mendalam. Mereka mahukan keadilan untuk dibicarakan, sebulat suara menolak bentuk korupsi yang semakin bermaharajalela bahkan institusi agama juga dibela atas kepentingan yang punya kuasa. Konon meng'atas nama' kan agama, tiada yang lebih sahih dari tindakan sang pemerintah menghapuskan suara-suara kelam mengangkat kebebasan.



Suara anak muda ini menghimbau balik kenangan seorang sosok yang pernah wujud di bumi Indonesia. Mungkin, ramai yang mengenali Gie atau Soe Hok Gie di dalam acara menentang kebobrokan rejim Soekarno. Anak muda ini tidak mengenal rasa 'takut' atau gentar kepada 'kematian'. Kerana baginya, kematian itu pasti tetapi biarlah ia datang dalam keadaan yang terhormat. Kendatipun, Ajal itu tiba pada waktu yang paling singkat, biarlah pemergian seorang pemuda itu dirasakan masyarakatnya. Atas pedoman inilah, Gie mula teriak menghembus dan meniup api-api kegusaran terhadap para patriaki. Maka, Gie mula menggerakkan protes-protes massa dan menghasut pemuda-pemuda untuk peka akan sial pemerintah ini. Manakan tidak, hasil bumi dan hak seorang rakyat makin lama makin dijauhkan,dinafikan malah dalam bahasa lebih keras lagi, rejim ini mula menekan rakyat. Nasib si miskin tidak terbela, yang kaya bertambah kaya, yang fakir semakin hina. Ironinya, bingkas para pemuda ini bangun, atas nama solidariti bersama rakyat, mereka kental untuk tidak berpihak kepada yang zalim, biarlah menitiskan darah sekalipun tetapi yang berhak harus mendapat haknya. Itulah unggulnya Gie. Di dalam 'Catatan sang Demonstran', Gie menghuraikan polemik pemikirannya, bagaimana anak muda ini sering runsing akan tindakan patriaki membodohkan rakyat. Sering sahaja mereka dengan mudah dimomokkan dengan label yang meng'ancam' kepentingan mereka lantas anasir ini bahaya untuk keselamatan negara.



Tetapi, perkara yang makin membingungkan Gie adalah apabila segala rencam penindasan dan kritik terhadap pemerintah itu dipadamkan dari kitab-kitab perundangan. Lalu, memberikan ketunggalan kebenaran hanyalah di pihak mereka sahaja. Gie akhirnya sedar, bangsanya kini dibodohkan. Waima, diterapkan pula nilai “ Kera di hutan disusukan, Anak di rumah mati kelaparan”,perlunya seorang rakyat itu menjaga elit pemerintah pada masa yang sama, hak mereka menerima pembangunan dinafikan. Cuma yang punya kekuatan despotik dan nespotik sahaja yang bisa beruntung. Aduhai malangnya nasib seorang hamba rakyat, sudahlah ditipu kini dipijak. Mungkin Gie perlu mengejutkan bangsanya yang nyenyak tidur. Itu sahaja harapan anak muda ini melihat bangsanya terus mekar dimamah usia. Sekitar tahun 1965, tatkala rejim ini mula goyah, Gie berjaya menyebarkan kesedaran di kalagan pemuda. Dia berjaya mengaturkan beberapa siri protes massa yang akhirnya membawa kepada keruntuhan tembok pimpinan Soekarno berikutan Gestapo dan rampasan kuasa Jenderal Soeharto. Maka, bermulalah visi Orde baru di bumi Indonesia. Tetapi sayang, anak muda ini mati muda. Jiwanya diragut di tengah-tengah acara perlawanan rakyat menentang penindasan. Pemergiannya cukup memberikan impak dan motivasi untuk anak-anak muda yang lain terus pragmatis memperjuangkan nasib bangsa mereka. 

Catitan 'Seorang filsuf Yunani pernah menulis ... nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda." tentu sahaja akan membibitkan rasa-rasa peringatan tentang wira agung ini. Bahagialah seorang pemuda itu mati di dalam keadaan disambut dengan seribu penghormatan bangsanya.





Fenomena Gie tidaklah tamat di situ sahaja. Detik-detik reformasi 1998 pastinya tidak akan melupakan kita tentang peristiwa Trisakti dimana tiga pejuang syahid menentang kezaliman Soeharto. Pasca kejadian itulah, tumbangnya rejim Orba atau Orde Baru yang rata-ratanya diprakasai anak-anak Indonesia. Malah, gerakan menumbangkan kezaliman pemerintahan Jenderal Soeharto ini dimulainya oleh anak-anak mahasiswa Indonesia. Mereka bersatu hanya untuk menyeru ke arah kebebasan dan keadilan. Itulah sebenarnya kekuatan semangat demokrasi yang ada dalam diri seorang pemuda. Idealisme pancasila juga bermula dengan semangat 'Beri saya sepuloh orang pemuda, nescaya saya bakal menggegarkan dunia' yang menjadi asas kepada kenegaraan Indonesia. Malah, etika 'Sumpah Pemuda Indonesia' acap kali menjadi garapan untuk membina asas perjuangan anak muda yang paling esensial. Ya, mungkin semangat ideal anak muda itu melangkaui batas-batas realiti berkenaan politik kekuasaan dan garisan sosial tetapi apakah kejayaan reformasi menjatuhkan Orde baru ini lebih tuntas tanpa kekuatan seorang pemuda? Sudah tentu ianya akan gagal sekiranya majoriti anak muda itu terus diperhambatkan dengan kelekaan dan khayalan di dalam dunia mereka sendiri.



Kembali kepada suasana petang itu, ramainya yang hadir sudah memberikan pembuktian bahawa jiwa 'Malaysia' ini tidak lagi terikat dengan pengkelasan etnik. Rata-rata yang muda di hari itu berhimpun tanpa mempunyai kecenderungan kaum. Mereka turun kerana hasrat mereka menjadikan negara masih percaya kepada semangat sebenar demokrasi. Kata-kata pembebasan yang dilaungkan bukan gaya permainan retorik tetapi anak muda ini memaknai kata-kata mereka dengan bersolidariti dengan cara terhormat mengimpikan bumi ini diwarnai dengan corak-corak pentadbiran yang berteluskan semangat 'Liberte, Egalite,Frateinite'.



Suatu 'magnificia ironi' yang mendekatkan politik kekuasaan dengan garisan praktikaliti idealisme pemuda yang mendokong erti kata 'Magna Carta'. Maka, suara anak muda ini berteriak lagi bukan untuk membudayakan kezaliman dan tirani kuasa autoriti tetapi berteriak demi meneruskan legasi berteraskan kebersamaan semangat demokrasi yang ulung di bumi sendiri. Lantas, itulah agungnya 'ketika suara anak muda berteriak'.

Jul 20, 2011

Drama Juvana,hiburan / falsafah?

Allah s.w.t telah menyebut di dalam Al-Quran bahawa di antara ciri jahiliah Firaun pada zaman nabi Musa ialah menakutkan rakyat dengan kekuasaan yang ada pada dirinya. Firman Allah (al-Zukhruf: 51-54).

Sakit dengan keadaan Malaysia sekarang..
Filem & drama tentang HAK DEMOKRASI telah pun dicanangkan
Ramai berminat dengan penyampaian drama #Juvana
Tetapi berapa ramai yang boleh menafsirkannya dengan baik??

Terlalu banyak yang boleh diambil tentang diktator & marhaen..
terutamanya pada episode akhir (13)
Sesiapa yang belum tonton,boleh tonton sekarang
buka laman web www.tonton.com.my

Selamat MENONTON

Selepas menonton,cuba buat pilihan,hanya dapat seronok atau kupasan isu-isu & falsafah yang dibawanya?Tepuk dada tanya minda..


Nantikan pula kemunculan filem Juvana tak lama lagi..Oh ya,nak promo gak filem Geng Pisang (mula shooting selepas raya) & filem indie (sebaris dengan filem Gadoh,2009) iaitu filem Jalan Pintas..kemunculan di wayang-wayang pacak IPT seluruh semenanjung Malaysia..






1)facebook Filem Geng Pisang (klik)


2)facebook Jln. Pintas (klik)

Jul 14, 2011

Sosialisme, komunisme dan marhaenisme

Oleh : Yoe Volksrepubliek (Indonesian)

Orang akan keheranan demi membaca judul tulisan ini, saya yakin karena saya sendiri juga merasa heran ketika menulis trikogi sosialisme – komunisme – marhaenisme ini, sebab tidak mungkin berbicara tentang komunisme secara terpisah dengan sosialisme. Komunisme merupakan cabang dari sosialisme.

Memahami sosialisme harus juga dilihat atau dipelajari sejarah perkembangannya, sosialisme adalah reaksi atas liberalisme dan kapitalisme pada era industrialisasi yang menempatkan individu diatas masyarakat, sosialisme awal ini sering juga disebut sebagai sosialisme utopis yang berangan – angan tentang sebuah masyarakat yang hidup sejahtera tanpa ada satupun penindasan.

Sosialisme menemui tahap perkembangan dalam sejarahnya dengan kehadiran Karl Marx yang menyumbang teori materialism dialektisnya yang lebih mempertegas analisis sosial kaum sosialisme. Marx mengklaim sosialisme tahap ini sebagai sosialisme ilmiah yang tidak lagi hanya berangan – angan tentang sebuah masyarakat sejahtera, juga lebih dari sekedar bagaimana menuju masyarakat tersebut yaitu dengan menjawab ketimpangan sosial akibat kapitalisme dan liberalism.

Menurut Marx, kehidupan masyarakat tanpa klas akan terwujud dengan revolusi yang digelar oleh kaum proletar, revolusi inilah yang disebutnya juga sebagai lonceng kematian bagi kapitalisme. Bagi Marx, karena kontradiksi – kontradiksi dalam sistem kapitalisme sendiri yang akan melahirkan proletariat.

Pada tahap selanjutnya, sosialisme ilmiah inipun mengalami beragam revisi, sebut saja disini dengan revisi yang dilakukan oleh Lenin yang berhasil menciptakan sebuah ‘cetak biru’ bagi teori Karl Marx, sosialisme ilmiah yang telah akrab dengan istilah marxisme di revisi menjadi Marxisme – Leninisme selanjutnya kita kenal dengan istilah komunisme.

Dengan marxisme – leninisme sebagai cetak biru pemerintah Uni Soviet tanpa ragu – ragu melakukan eksperimen paling berdarah dalam sejarah umat manusia. Kurang lebih 20 juta warga Uni Soviet tewas dalam melaksanakan rekayasa raksasa ini.

Di tangan Lenin munculnya Marxisme – Leninisme menjadi sebuah imperium dengan internasionale yang menyerukan berdirinya partai komunis di setiap negara di dunia dibawah pengawasan Uni Soviet.

Seruan Lenin ini juga berdampak pada situasi politik Indonesia, dimana satu – satunya organisasi politik Indonesia kala itu, SI terpecah menjadi dua dalam faksi komunis yang dipimpin Tan Malaka dan Semaoen, dan faksi dibawah pimpinan H. Agus Salim. Dari sinilah awal dari munculnya embrio PKI, yang pada akhirnya Tan Malaka sendiri memilih untuk keluar dari tubuh partai ini akibat percobaan revolusi yang digagas oleh orang – orang PKI, dan Tan Malaka sendiri pada akhirnya harus mati – matian memusuhi partai ini.

Apa yang sedang terjadi dalam organisasi pergerakan Indonesia ini ternyata juga mendapat perhatian dari seorang pemuda revolusioner yang terang – terangan mengagumi ajaran Marxisme, Soekarno yang dalam tulisannya disurat kabar “Suluh Indonesia Muda” tahun 1926 mengatakan, sekalipun ajaran Marx sangat sukar dipahami oleh kaum yang pandai dan terang fikirnya, tetapi amatlah mudah dimengerti oleh kaum yang tertindas dan sengsara (Soekarno, 1964; hal. 15).

pada bagian lain tulisannya juga menyoroti situasi yang terjadi dalam tubuh SI, bagi Soekarno, pergerakan nasionalisme, mengingkari pergerakan marxisme di Indonesia ini mengingkari sifat pergerakan yang berasaskan ke Islaman. Kaum marxis dalam tulisan ini rupanya ditujukan kepada Tan Malaka dan Semaoen yang dianggapnya telah memulai pertengkaran diantara kawan.

Bagi seorang seperti Soekarno yang telah terbentuk pikirnya oleh keadaan, sosialisme Eropa tidaklah sama yang dihadapi dengan keadaan yang terjadi di Indonesia, memang sosialisme di negara – negara Eropa muncul dari revolusi industri, sedangkan Indonesia rakyatnya menderita akibat penjajahan kolonial.

Bagi Soekarno, masyarakat Indonesia bukanlah masyarakat industrialis, masyarakat Indonesia adalah masyarakat agraris yang dimiskinkan oleh kapitalisme dan kolonialisme. Jadi Sosialisme Indonesia sebagai saluran pembebasan haruslah sosialisme yang berangkat dari suara hati rakyat Indonesia.

Dari sini muncul satu lagi cabang sosialisme, sosialisme yang direvisi oleh Soekarno yang ia sebut Marhaenisme atau dalam kesempatan lain adalah sosionasionalisme.

Soekarno menjadi satu pribadi unik dengan munculnya ideologi ini, ia mencoba menyatukan tiga kutub pandangan politik yang bertolak belakang satu sama lain menjadi satu teori ideologi dan politik, yaitu penyatuan kelompok agama, kelompok nasionalis dan kelompok komunis. Sebuah proyek raksasa yang mustahil.

Komunis dan agama sudah cukup jelas tidak dapat didamaikan dengan penolakan eksistensi Tuhan oleh kaum Komunis, begitu pula dengan kaum nasionalis dimana komunisme lebih mendasarkan diri pada internasionalismenya. Dalam hal ini Soekarno nampaknya berpedoman pada pendapat H. Agus Salim yang menjawab argument Tan Malaka, bahwa Nabi Muhammad SAW sudah mengajarkan sosialisme sejak seribu dua ratus tahun yang lalu (Anonimus, 1994; hal. 7-11).

Sosialisme Soekarno ini lebih menekankan pada watak nasionalisme dan demokrasinya, nasionalisme yang dipilih Soekarno adalah nasionalisme yang berperikemanusiaan, nasionalisme yang menerima rasa hidupnya sebagai wahyu dan menjalankan rasa hidupnya itu sebagai bakti, nasionalisme yang juga memberikan rasa cinta kepada bangsa lain dan tidak menghendaki adanya penindasan bangsa oleh bangsa. Nasionalisme yang kedua dua kakinya ada dalam masyarakat.

Demokrasi yang dipilih Soekarno berbeda dengan demokrasi barat, yang ia maksudkan adalah demokrasi yang bukan demokrasi liberal atau demokrasi parlementer yang ia nilai hanya bersifat politik, individualis dan mengabaikan ekonomi masyarakat. Soekarno pernah berkata “jikalau kita betul – betul ingin mendasarkan negara kepada paham kekeluargaan, paham tolong – menolong, paham gotong royong dan keadilan sosial, enyahkan tiap – tiap pikiran, tiap – tiap paham individualisme dan liberalisme”.

Perbedaan mendasar antara marhaenisme dengan komunisme terletak pada ‘apa yang harus dilakukan setelah revolusi berhasil?’, komunisme mendambakan suatu tipe masyarakat dimana kekayaan diserahkan kepada komunitas dengan asas ‘sama rasa sama rata’, dan lenyapnya eksistensi negara berganti masyarakat komunal sebagai tahap akhirnya. Sedangkan marhaenisme nampaknya lebih condong kepada Sosialisme demokrat dengan masih mengakui dan perlunya sebuah organisasi pemerintahan. cukup jelas dengan pertentangan kaum nasionalisme dengan komunisme.

Marhaenisme juga merupakan representasi masyarakat Indonesia dari keadaan tertindas, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religius berbeda dengan komunisme yang menolak eksistensi Tuhan. Sosialisme yang diberi nama marhaenisme ini juga menekankan pada perjuangan secara revolusioner, jadi juga tidak sama seperti sosialisme demokrat yang lebih memilih jalur diplomasi dalam parlemen.

Soekarno seakan lebih memilih untuk melihat pengalaman empirisnya dalam merumuskan sebuah jalan perjuangan menuju Indonesia merdeka dengan tetap melakukan dialektika teori tentang sosialisme untuk mengadaptasinya terhadap kondisi masyarakat Indonesia.

daftar pustaka: Yulianto sigit wibowo, 2005, Marhaenisme ideologi perjuangan Soekarno, Buana Pustaka, Yogyakarta.
K. Bertens, 2005, Perspektif Etika, Kanisius, Yogyakarta
Franz Magnis – Suseno, 2005, Dalam bayang – bayang Lenin, enam pemikir Marxisme dari Lenin sampai Tan Malaka, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
M. Romdon, Menyimak ide BK di tengah konflik elite, Jawapos, Senin 28 mei 2001
Andi Muawiyah Ramly, 2004, Peta pemikiran Karl Marx, LKiS, Yogyakarta

Jun 26, 2011

Untuk SEBARAN SEGERA!!! Tips BERSIH 9 JULAI

Apa yang anda perlu buat jika ditahan*

  • Jangan banyak cakap dengan polis. Diamkan dan tenangkan diri.
  • Minta nama dan nombor polis yang menahan anda dan tanya dia sebab anda ditahan, seksyen berapa yang digunakan.
  • Berikan maklumat asas sahaja jika diminta seperti nama, no kad pengenalan, alamat rumah (berikan ikut alamat dalam IC sahaja).
  • Jika mereka tanya soal pekerjaan, jawap yang ringkas sahaja. Jangan bagi maklumat yang lengkap.
  • Bagi pelajar, jika mereka tanya anda masih belajar atau tidak, anda hanya perlu jawab “Masih tengah cari kerja” atau berikan jawapan lain yang sesuai. Elakkan mengaku sebagai student. Biar mereka siasat sendiri jika mereka perlukan maklumat lanjut. Jangan jawab soalan yang tidak perlu.
  • Bagi kakitangan Kerajaan jika mereka tanya tempat kerja anda, jawab
”Saya kerja swasta atau kerja sendiri”. Biar mereka siasat sendiri jika mereka perlukan maklumat lanjut. Jangan jawab soalan yang tidak perlu.

  • Minta berjumpa dengan peguam sebelum beri apa-apa keterangan. Peguam akan menunggu diluar balai jika anda ditahan.
  • Kalau boleh jangan beri terlalu banyak keterangan, anda hanya perlu jawab “saya akan bagi keterangan di Mahkamah sahaja”. 

Ingat!
Apa yang anda cakap di Balai Polis boleh dijadikan bahan bukti di Mahkamah.

Anda berhak
untuk tidak memberikan sebarang keterangan kepada Polis melainkan di Mahkamah.


  • Semasa ditahan, jangan pedulikan provokasi polis atau jangan mudah cair bila mereka berlembut.
  • Pastikan anda ingat semua yang berlaku, termasuklah pegawai polis yang tahan dan soal siasat anda.
  • Jangan terlalu risau kerana, diluar balai telah disediakan orang-orang yang akan jamin dan bela anda.



*Apa yang anda buat selepas dibebaskan*



  • Pastikan semua barang-barang anda dikembalikan oleh Polis.
  • Buat pemeriksaan kesihatan jika ada kecederaan.
  • Buat laporan Polis jika anda dikasari semasa perhimpunan atau semasa ditahan.
  • Ceritakan dan rakamkan pada peguam dan media jika anda dianiaya polis.
  • Jangan lupa catatkan semua yang anda ingat bila balik ke rumah untuk memudahkan anda mengingatinya bila dibawa ke Mahkamah kelak.
  • Pastikan anda ingat dan ambil nombor perhubungan orang yang jamin anda dan juga peguam yang terlibat.
  • Serahkan pada peguam segala maklumat dan gambar yang anda ada tentang himpunan bagi memudahkan pembelaan.

Jangan lupa solat sunnat syukur selepas dibebaskan dan kembalilah bertemu dengan sahabat-sahabat seperjuangan.

Jangan menyepi dari perjuangan selepas melalui pengalaman ditangkap kerana itu secara semulajadi akan menyebabkan motivasi anda akan menjadi lemah dan anda akan rasa keseorangan.

Teruskan perjuangan bersama sahabat-sahabat lain.

Sesungguhnya anda akan rasa lebih hebat dan berani lagi selepas ditangkap kerana tidak semua orang berpeluang merasai apa yang anda lalui ketika ditahan.

kredit kepada 

Jun 25, 2011

Bersih 2.0 to EC: Enough talk, now we walk



The Coalition for a Free and Fair Election (Bersih 2.0) movement will proceed with its march on July 9 despite attempts by the Election Commission (EC) dissuade them from proceeding by offering a dialogue.

Bersih 2.0 chairperson Ambiga Sreenevasan said the movement’s representatives have already met the EC with its proposals for electoral reform before but there had been no progress.

“We thank the EC for the invitation but the time for talk and discussion has passed. This is due the reports of blatant abuses in the recent elections in Sarawak and in view of the impending general election.

“The EC’s continued assertions that they have no power to act in the face of such abuses and the information that the suggestions they have made to the government for reform have met with no success gives us little hope in further discussion,” she said.

Ambiga, a former Bar Council chairperson and recipient of the International Women of Courage 2009 award from the United States, said in the public interest, the EC should tell the public about the suggestions which have been made to the government.

“Although we acknowledge that the EC has introduced some reform to postal votes, it is our view this reform do not go far enough,” she said.

She also dismissed EC’s claim that Bersih is not independent.

“More importantly, that comment and the comment about political parties does not reflect well on EC’s independence given that they are constitutionally required to be above partisan politics.
“It should not matter to them where the suggestions for reform comes from. Whether it is from the government, the opposition, NGOs or any citizen. They should deal with all suggestions on their merits,” she said.

‘Several meetings with EC’

Meanwhile fellow Bersih steering committee member and human rights lawyer Haris Ibrahim, also shared similar sentiments with Ambiga.He said the perception put that EC has been made a scapegoat by Ambiga is incorrect as he remembered in her speech that she had reached out to the EC.

“In fact, Bersih have held several meetings with EC prior to this on election reforms including on the eight points raised in our demands. The EC said they will raise the forward the issue to the government.

“We have continuously seen blatant disregard of reforms in the recent Sarawak state elections. Hence, what is the so-called meet that EC is proposing? We had already met,” he said.

Haris said the problem, as Ambiga pointed out, is not with the EC alone but also the government who is claims is not interested to see these reforms.However, he stressed that his comments to Malaysiakini was his personal views and does not represent the whole steering committee.


EC: Street demo can’t solve problems

Today EC chairperson, Bernama reported Abdul Aziz Mohd Yusof saying that the commission was prepared to meet Bersih if it calls off the rally and not make the commission a scapegoat.

“We can discuss on that condition, but if they (Bersih) want to hold the illegal street demonstration and meet us just as a rubber stamp or an excuse, it is meaningless.

“To me, a street demonstration will not solve any problem. Amendments to the law will not happen or their demands accepted by staging a street demonstration. No way,” he told reporters at his office in Putrajaya today.

Abdul Aziz was asked to comment on Bersih’s insistence to hold an illegal street demonstration on July 9 despite the strong condemnation by several quarters who are opposed to the idea.
The Bersih 2.0 rally aims to highlight the need for meaningful electoral reform and petition the Agong to step in on the matter.

The eight demands of the coalition are:

•A thorough review of the electoral roll
•Reforms to the postal balloting process
•Marking voters who have cast their ballots with indelible ink
•A minimum 21 day campaign period
•Equitable access to media by participating parties
•Strengthen institutions which enforces election laws
•Eradicating electoral bribery
•Putting a stop to dirty politics.

Jun 17, 2011

KOMEN TENTANG BUDAYA PENCERAHAN MAHASISWA



Malam tadi aku bergerak meninggalkan rumah Bahau,kemudian singgah sebentar di rumah Seremban "drop" sikit barang dan meneruskan perjalanan ke Kajang..ABun ajak lepak rumah dia..Nama sebenarnya adalah Mohd Nazreen..Sesampainya aku di rumah abun,aku diajak untuk ke Bangi.Lepak-lepak dengan geng Bangi.Agak berminat aku untuk bersama-sama anak muda yg punya nilai keintelektualan yang tinggi kerana rajin membaca dan mengupas masyarakat dan mengaitkan dengan teori & semasa..

Malam tadi banyak pencerahan yang aku dapat daripada Mazir,seorang penulis di roketkini.com terutamanya tentang kebebasan dan harapan.Apa yang kita tuntut,bila dapat,tak semestinya seperti apa yang kita harapkan.Contoh paling mudah sepertimana yang telah berlaku pada pemilihan PKR yang lalu,menyebabkan masyarakat PKR sedikit kacau bilau dan banyak individu merajuk lantas keluar daripada parti.Mujur Chegubard masih kekal tetap setia bersama parti...

Hari ini pula akan bergerak ke JB bagi program bersama Amnesty International..Sekarang ni aku & Kechik atau nama sebenarnya Firdaus Zolkifli (seorang filasuf) tengah duduk bersantai di rumah Abun.. Sambil membaca dan meneliti tulisan Abun yang baru aku publish sebentar tadi.

Pandangan kami terhadap tulisan itu positif walaupun ada sebahagian daripada sahabat seperjuangan yang cuba merendah-rendahkan dan tidak mengkritik nilai,idea & tulisan..Sebaliknya kepada sosok individu..Walaupun rakan-rakan dan selalu bergurau senda (Abun adalah antara bahan kami semasa lepak,mesti abun kena jadi bahan ketawa)..tetapi itu hal yang berbeza.Apabila Abun keluar dengan tulisan yang bernas dan serius,sepatutnya tidak perlu diperkecilkan dan dipandang remeh perkara ini.Kesabaran setiap orang ada batasnya. Hal ini sangat memalukan dan memualkan.Budaya masyarakat Malaysia..

Tak pelik jikalau makin lama,masyarakat kita makin sakit,lebih-lebih lagi jika ada aktivis yang perangainya sebegini..Lebih teruk jika aktivis-aktivis sebegini terjun ke kancah politik,menjadi ahli politik..Jika gurauan sedikit boleh dimaafkan,tetapi sekiranya setiap tulisan diperlecehkan..Tak tahu sudah kemana hilangnya moral seorang yang memegang title mahasiswa & kononnya aktivis masyarakat..



Baiklah,aku akan gunakan medium blog ini bagi perkongsian tulisan rakan-rakan seperjuangan..Ini adalah sedikit sebanyak tentang penulis yang cukup kental dan bersemangat menelaah pelbagai buku & aku kagum dengan kesungguhan beliau..

Mohd Nazreen (Abun) merupakan aktivis mahasiswa KAMI Bangi..Masih menuntut di UIA dalam bidang kejuruteraan..Tulisan yang baru diterbitkan pada thread sebelum ini baru sahaja ditulis pada malam tadi,selepas habis program diskopi di Bangi dan terus dimuat naik ke dalam facebook untuk dibaca dan dinilai oleh orang ramai.Segala kritikan terhadap idea tulisan2 beliau sangat dialu-alukan.

Abun menulis menulis tentang Material,Negara dan Ruang Awam

Hiburan di kota besar dalam semalam, sama dengan biaya pembangunan di sepuluh desa! Apakah semua negara yang ingin maju harus menjadi negara industri..Kita telah dikuasai mimpi..Kita telah asing di negara sendiri. (Sajak Sebotol Bir) ~ WS Rendra



Bagaimana manusia melihat moden itu? Adakah dengan memaparkan gambaran pembangunan blok-blok bangunan yang terbina atas dasar kemegahan? Misalnya, citarasa kemegahan Putrajaya di balik tembok-tembok gah yang menelan kos berbilion ringgit sudah membuktikan masyarakatnya lebih intelektual daripada yang lain?

Rendra di dalam bait-bait puisi sudah mula mengkritik hemat-hemat sang penguasa yang kononnya hanya dengan membina kemegahan material sudah berjaya membuktikan bahawa merekalah yang membangunkan masyarakat Indonesia. Sebenarnya, apakah persoalan yang cuba dicetuskan beliau? Adakah masyarakat sudah tidak terbeban dengan kepesatan globalisasi dimana dengan menciptakan mitos bahawa Indonesia sudah mendepani arus kemodenan, lantas rakyatnya juga sudah terelak daripada faktor kemiskinan? Ternyata, Rendra melihat bahawa kebijakan pemerintah Indonesia menciptakan retorik bahawa material itu sumber ukuran kepada kejayaan masyarakat hanyalah sesuatu yang palsu. Dia percaya bahawa kayu ukur kepada pembangunan institusi kemasyarakat bukanlah terletak pada hemat material tetapi kesediaan masyarakat untuk hidup di dalam ruang wacana segar yang memberikan 'input' berguna terhadap keberlansungan kehidupan masyarakat seharian.


ASAL MULA NEGARA (DAULAH)

Menurut Ibn Khaldun manusia diciptakan sebagai makhluk politik atau sosial, yaitu makhluk yang selalu membutuhkan orang lain dalam mempertahankan kehidupannya, sehingga kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi sosial merupakan sebuah keharusan (dharury) (Muqaddimah: 41). Maka, di dalam Muqadimah, tafsiran tentang kewujudan negara itu bukanlah untuk membina kemegahan dimana dimensi material itu diangkat untuk menjadi ukuran kenegaraan tetapi adalah berkenaan hak yang diamanahkan oleh masyarakatnya melaksanakan dasar-dasar yang membebaskan manusia daripada belenggu penderitaan yang mencengkam warganya. Lantas, hubungan siasah antara rakyat dan pemimpin seharusnya digariskan dengan mekanisme pembangunan ketamadunan masyarakat dan bukan dengan kehebatan pemimpin-pemimpinnya berlumba untuk membina dan mengimaginasikan struktu dan bentukr bangunan yang lebih futuristik. Ternyata, konseptual yang digagaskan Ibn Khaldun ini gagal untuk dihadam oleh pucuk pimpinan kerajaan.

Selain itu, Ibn Khaldun juga membahaskan bagaimana teori kenegaraan itu wujud di atas dasar kebersamaan manusia. Hubungan cinta dan kasih sayang itulah yang menjana bentuk daulah yang diilhamkan. Kegagalan untuk melihat dan memahami penderitaan rakyat jualah yang menjurus kepada mitos yang menciptakan 'material' sebagai kayu ukur utama untuk membangunkan sebuah bangsa. Pada pendapat saya, pembangunan material bukanlah sesuatu yang salah tetapi ia seharusnya sejajar dengan pembangunan minda dan tahap upaya pemikiran rakyat untuk terus memastikan 'survival' itu berlangsung. Paradigma yang tercipta seharusnya menepati kehendak masyarakat yang penuh dengan harapan. Harapan yang saya maksudkan di sini adalah potensi warganya membina gagasan yang memberikan pulangan kepada mereka, tidak semestinya di dalam bentuk yang 'kelihatan' tetapi cukuplah sekadar mencipta arus penggerak ketamadunan itu sendiri.



RUANG AWAM CETUSAN HABERMAS.

Filusuf terkemuka, Jurgen Habermas yang merupakan penggerak Sekolah Frankfurt yang terkenal sebagai aliran 'The New Leftist' memberikan perspektif tentang bagaimana masyarakat itu membahaskan idea dan gagasan mereka. Rasionalisasi komunikasi yang diilhamkan beliau memberi paparan bagaimana wacana ruang awam dapat menyumbang kepada bentuk masyarakat yang lebih sihat. Mungkin, bahasa Hegel tentang minda 'Tuan-Hamba' sudah tidak lagi sesuai menjadi kayu pengikat dan instrumen untuk melahirkan dasar yang autentik. Minda subjek-objek ini tidak lagi dapat untuk mencerminkan kegentingan masyarakat menentukan hala tuju sesebuah negara.

Ruang awam yang dicetuskan ini memberikan kata putus kepada permasalahan yang membungkam masyarakat. Seperti yang sedia maklum, di dalam epistemologi negara hukum sendiri telah menggariskan bahawa undang-undang itu terbina daripada dasar-dasar wacana ilmiah bukanlah hukuman atau implementasi akta-akta yang mengawal atur hidup masyarakat. Lantas, wacanalah yang menjadi jambatan antara rakyat dan pemerintah melahirkan aturcara sistem.

Di dalam ruang awam, hubungan antara agama dan intelektual misalnya, ianya telah digariskan di atas nama wacana bukan tentang analogi hukum atau aturan yang ditetapkan. Sebagai contoh, akibat daripada ketegangan di Iran dimana konsep negara teologi bertarung dengan konsep sekularisme, Habermas, walaupun mendukung sebuah negara sekular, namun pernah menyatakan dalam pertemuannya dengan Pope Benedict bahawa perlunya sebuah negara sekular yang mesra agama. Maka, idea “ruang awam dan ruang peribadi” tajaan Habermas mendapat tempat dalam wacana kenegaraan di Iran.

Seharusnya, perkara yang lebih dasar patut diberi keutamaan. Keutamaan yang saya maksudkan di sini kontrak sosial berkerajaan itu sepatutnya mendokong perkara yang lebih jelas iaitu pelaksanaan kebajikan terhadap masyarakatnya kerana material itu hanyalah 'supplementary factor' atau faktor tambahan yang menjana pembangunan kepada masyarakat. Dan akhirnya kita akan mengerti pembangunan intelektual itulah yang membuktikan bahawa bersediakah masyarakat untuk meniti arus globalisasi serantau. Mekanisme yang ditawarkan Habermas mungkin mampu untuk mencorakkan paradigma yang lebih ideal ke arah pembangunan bangsa yang berjaya, dalam erti kata lain, keseimbangan di antara kekentalan intelektual dan kepakaran inteligentsia mengangkat martabat sesebuah negara. Mutakhir untuk sesebuah negara itu melihat hubungan siasah antara rakyat dan pemimpin bukanlah sebagai bahasa 'patron-client' tetapi rencam strukturisasi kenegaraan yang mentakwilkan keberagaman masyarakat di arus modenisasi.


Jun 12, 2011

Agama,Primitif dan Budaya: Satu Penilaian

Oleh: MdNazreen

Tentang pikir,percaya atau iman. Manusia sering gagal untuk menginterpret dengan baik nilai-nilai transedental tentang adanya kuasa yang mereka imani. Paham mereka terhadap unsur alamiah ini berbeda disulami dengan tingkahdaya budaya,pemikiran yang tidak koheren. 

Dogma agama muncul sering dianggap sebagai fikrah terakhir untuk mempercayai kuasa agung yang membatasi mereka. Paganisme merupakan contoh utama faham masyarakat kepada nilai transenden.Kuasa yang membatasi kemampuan mereka secara alamiah. Sebarang bentuk penjelmaan entiti dianggap sebagai penjelmaan bentuk tuhan yang ada mempunyai kemutlakan kuasa. 

Kepercayaan pagan tentang penyembahan matahari,bulan dan api misalnya merupakan ritual yang dijalankan untuk memuja kuasa yang mereka anggap sebagai pelindung. Seperti yang dirungkai Emile Durkheim, tentang dasar-dasar sosial mereka beragama, secara asasinya wujud apabila paham mereka tentang elemen ghaib dan mistik sekaligus mencapai erti agnostik bahawa ada yang melakukan aturan terhadap kehidupan mereka. Misalnya, tentang kejadian-kejadian siang dan malam.

Maka peristiwa ini dianggap sebagai aturan yang terbina dan didominasi oleh kuasa mistik yang mereka tidak ketahui usulnya. Kehidupan masyarakat primitif menurut Max Weber dan Emile Durkheim dianggap sebagai pola relatif yang sama. 

Tiada unsur-unsur kebudayaan dan pengamatan amalan kepercayaan yang berbeza. Cara dan kaedah menjalankan ritual mungkin berbeza namun pola dan corak perkembangan sama. Oleh itu, wujud budaya keprimitivan dan mempercayai unsur-unsur yang jelas ada persamaannya.


Carl Jung, seorang ahli psikologi dan sosiologis masyarakat membuat kesimpulan bahawa masayakarat primitif mempunyai rasa takut dan takjub akan perkara yang begitu asing bagi mereka.. Dan akibat rasa takut, mereka menganggap bahawa semua perkara yang asing untuk masih mempunyai kekuatan yang tersendiri dan fenomena mistik tentang peristiwa aneh itu ditanggapi sebagai nilai transenden. Berbeza pada faham agama, misalnya Kristian. Bentuk dan struktur beragama itu sudah ada aturannya yang jelas.Seperti yang digambarkan Weber bagaimana agama itu interpretasi daripada analogi pensejarahan. Akibat evolusi dan wahyu yang digambarkan sebagai kemutlakan yang diterima. 

Agama dipesepsikan sesetengah orang sebagai pusat kepada kenyataan sosial. Dalam hal ini, perlu dicatatkan persoalan mengenai teori Weber,Durkheim dan Pareto. Teori Durkheim pula agak berbeza tetapi ada pada garis yang sama. Durkheim membicarakan tentang sifat kewujudan agama terakhir bagi solidariti manusia,tentang bagaimana sifat agama itu menyatukan kehendak manusia yang berbeza, mungkin dari segi variasi pemahaman akhirnya menjurus ke arah yang satu. Mencari nilai keamanan dan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat. Pareto pula menjalankan analisis bagaimana agama memainkan peranan dalam membina sejarah tamadun manusia.

Agama juga dilihat sebagai intipati yang terserap mengikut faham budaya tetapi diselarikan dengan nilai-nilai kesejahteraan dan penerapan terhadap perkembangan masyarakat. Agama itu juga diimplementasi sebagai alma matter kepada bimbingan bahawa wujud alamiah ini adalah untuk manusia membina tafsir keberadaan mencipta kebenaran mereka sendiri. 

Tentang kebudayaan, penyerapan nilai-nilai agama dalam konteks budaya akhirnya bercambah menjadi satu sifat yang ekslusif terhadap tatacara masyarakat tersebut. Misalnya, akan wujud golongan yang mendakwa 'atas nama tuhan' mereka punya hak yang kukuh dalam membawa agama terbabit. Padahal, agama itu padan mulanya adalah inklusif, terbuka dan universal nilainya. Akibatnya, subjektitiviti agama itu mula melahirkan paradoks,polemik tentang nilai dan konsep sebenar ajaran. 

Kristian misalnya, apabila golongan gereja cuba mengekslusifkan faham mereka terhadap agama. Kristian tidak lagi menjadi agama yang inklusif. Nilai dan aturannya kini mula didominasi di dalam lingkungan ini. Dan akhirnya, ajaran dan faham agama menjadi budaya ikut-ikutan bukan lagi bermodalkan nilai-nilai kesejahteraan insaniah. Faham mereka dijadikan alat hegemoni dan indoktrinasi daripada pihak yang mempunyai kemutlakan dari soal ini. Akan wujud budaya parokial dalam menginterpret faham mereka. Budaya primordial semakin menebal dalam masyarakat apabila penilaian agama mula bermotifkan politik, mereka yang punya autoriti yang diabsah mulai risau dan diganggu gugat dari pihak yang lain.

Wujud budaya taklid, menutupi ijtihad antara satu sama lain akibat rasa risau dan diancam pemahaman yang tidak selari dengan gagasan pemikiran mereka. Mengambil contoh dari konflik yang pernah tercetus di Mojokito,Jawa. Wujud kelompok yang mendokong pembaharuan bertentangan pendapat dengan kelompok konservatif yang sedia ada. 

Pandangan hidup yang berdasarkan agama, acuan suku bangsa dan ideologi politik mereka akhirnya mencipta kebudayaan yang berbeza iaitu abangan, santri dan priyayi. Tradisi keagamaan abangan mempunyai corak ritual yang khas, disebut sebagai slametan, kepercayaan yang kompleks dan rumit tentang mistik beragama. 

Priyayi pula digunakan di kalangan golongan-golongan aristokrat secara turun-temurun. Priyayi bukan sahaja mendapat kuat bertahan di kalangan masayrakat yang lebih konservatif tetapi memainkan peranan di dalam pembentukan budaya dunia. Abangan pula menekankan aspek animisme sinkretisme Jawa dan secara luas dihubungkan dengan golongan petani.

Akhirnya, wujud konflik yang serius antara golongan priyayi dan abangani yang saling hindar-menghindari antara satu sama lain. Wujud pertelingkahan akibat siapa yang berhak mempunyai kemutlakan menentukan sesuatu yang mereka anuti. Dan perselisihan ini akibat daripada lingkungan struktur sosial yang berbeza. Yang menganggap mereka perlu menentang pemahaman yang mereka tidak terima dan pada pihak yang lain pula menganggapi bahawa mereka perlu mempertahankan faham mereka terhadap objektiviti yang mereka interpretasikan.

Agama merupakan pemahaman yang inklusif, besifat sejagat dan menekankan kesejahteraan di dalam pemikiran penganutnya. Kegagalan sesetengah pihak yang cuba memutlakan kekuasaan dan menganggap fahaman minoriti itu sebagai ancaman bukanlah nilai yang cuba disampaikan di dalam mana-mana agamapun. Masyarakat punyai tamadun dan mampu unutk merasional permasalahan dan menjangkaui persoalan dalam mencari solusi terbaik. Budaya masyarakat primitif punyai nilai yang berbeza dalam masyarakat yang bertamadun.  

Ber"ADA"

Garis-garis nuansa,
antara mereka membina berada,
tentang sisifus membuka tabu,
absurd itu ancaman baginya,


Di sebuah negeri bernama Thuringgia,
tentang seorang putera gila,
nihil akan kehidupan manusia,
kekecewaan tentang dogma-dogma,


Illyium pula lain kisahnya,
tentang angkuh sang pendekar,
Appollo yang didendaminya,
tumit yang menerima panahan,


Niat menghalalkan cara,
prinsip etika dan moralnya,
Putera hasil nukilnya,
sedang faham akan matlamat


Aku berfikir, maka aku ada,
tentang epistemologi logika,
individualis membina fikirnya,
manusia mencari kebenarannya.




Puisi ini ditulis oleh seorang sahabat seperjuangan,Mohd Nazreen yang lebih mesra kami panggil Abun.

May 18, 2011

4orang SAKSI ALLAH vs video & DNA yang boleh diseleweng

Pengalaman sepanjang minggu ni mungkin yang paling nyata dan boleh dikongsi adalah berkesempatan untuk menghadiri Forum Pengkisahan Sejarah ABIM.Tiga orang presiden ABIM  terawal telah datang & menceritakan serba sedikit berkaitan dengan pergerakan ABIM yang mana telah mencetuskan satu fenomena gerakan ISLAM yang unggul di tanah Melayu.

Ianya juga diakui oleh sarjana dari Indonesia berdasarkan beberapa catatan yang dibaca.Juga catatan peribadi oleh salah seorang sarjana Barat berkaitan kebangkitan gerakan Islam di Malaysia.

Presiden keduan adalah saudara Anwar Ibrahim.Presiden pertama & ketiga mengakui mereka bukanlah sesiapa apabila diangkat menjadi presiden kerana cadangan penubuhan ABIM adalah oleh DSAI sendiri seperti kata Prof Dr Razali (Presiden Pertama ABIM).Saudara Anwar sendiri telah ke Germany bagi menarik Prof DR Razali pulang ke Malaysia untuk menjayakan agenda gerakan Islam.

Ulasan Presiden ketiga juga sedemikian apabila beliau memuji saudara Anwar yang begitu komited dalam perjuangan walaupun difitnah sedemikian rupa.Beliau berkata sedemikian kerana telah mengenali rapat saudara anwar semasa usia muda lagi.Ketika umur Saudara Anwar dalam 20an.

Kata penutup dari beliau dengan nada yang sebak adalah PERJUANGAN ORANG YANG BERADA DILANDASAN ALLAH INI SEMEMANGNYA IBARAT LALUAN YANG MEMIJAK DURI,meminjam kata pujangga dari seorang ilmuwan Islam.

Saudara Anwar menjadi panel ketiga berucap mengenai masa depan ABIM & perkara-perkara yang harus disedari bersama supaya hukum ALLAH tidak dipermainkan.Begitu banyak perkongsian & kebobrokkan serta peristiwa beliau memasuki UMNO.

Beliau berkata ada hikmah beliau memasuki UMNO & bagaimana 3 kali amaran oleh Arwah Ustaz Fadhil Noor semasa beliau hendak memasuki UMNO & berada dalam UMNO.Setelah difitnah baru beliau faham apakah artinya amaran tersebut.Ulas beliau lagi,kemasukkan ke dalam UMNO bukanlah satu yang pahit semata-mata kerana dengan itu beliau diangkat sehingga jawatan TPM dan masih lagi bersahabat baik dengan banyak delegasi seluruh dunia.

Forum diakhiri oleh Syeikh Wahbah yang datang bagi memberi amanat kepada pemuda Islam diseluruh dunia khasnya Malaysia.ABIM juga teguh untuk menolak budaya politik membunuh karakter & fitnah.Semuanya harus berlandaskan QAZAF.

Allah telah menyatakan bahawa jika berlaku kes sedemikian,harus dibawa 4orang saksi yang cukup syarat,yang layak & tidak pernah membuat dosa-dosa besar.Allah tidak menerima bukti selain daripada 4ORANG..diULANG,4ORANG SAKSI..bukan 4saksi (vdeo,DNA & sebagainya)..

Hal ini demikian kerana jika diperhalusi kita akan memahami bahawa ALLAH itu MAHA BIJAKSANA kerana boleh tahu video & DNA boleh diseleweng oleh hambanya yang mempunyai nafsu.ALLAH juga telah berfirman mengenai golongan yang berani bersumpah atas kalimah ALLAH untuk mempertahankan harta & pangkatnya..

Hukum Islam itu sangat cantik kerana menjaga maruah tertuduh yang masih belum dibuktikan kesalahan serta tidak memberi peluang keparat2 diluar sana yang sengaja mempermainkan HUKUM ISLAM..Nah,jika para hakim & peguam gentar dengan amaran ALLAH bahwasanya apabila menjadi HAKIM,sebelah kakinya telah berada dineraka,maka laksanakanlah mengikut kaedah yang sepatutnya..

Jan 18, 2011

Tulisan Pilihan: Jesteru Mengapa Hatimu Tidak TENANG


Jesteru mengapa hati dan jiwamu tidak tenang. Ada saja yang bisa mengganggumu. Ada kisah lama yang diungkit kembali. Luka lama berdarah kembali. Kenangan lama diimbau. Ada cerita di sebalik cerita. Ada kisah di sebalik kisah. Air yang tenang jangan disangka tiada buaya. Jikalau tiada angin masakan pokok bergoyang. Begitulah bidalan Melayu lama tentang ujian manusia. Lama kelamaan cerita bohong dan fitnah itu menjadi biasa. Kata nak maju entah bila-bila. Kita asyik cerita pasal liwat dan rogol sepanjang masa. Politik itu adalah makan dan minum kita.

Maka sekali lagi kita lihat isu-isu yang digembar-gemburkan media. Akhlak kita sudah hilang terbang bersama berita sana sini. Cemuhan dan kejian. Carut-mencarut ini perkara biasa. Sampai bilakah kita akan melihat ini semua. Kasihan anak-anak muda yang baru mengenal dunia. Hari demi hari mereka dipaksa mendengar ini semua. Mereka tak ambil pot politik tapi mereka kena bayar bila ini minyak RON. Minyak naik semua pun naik. Naik marah dan naik angin. Naik barang dalam kain dan naik pinggan mangkuk atas siling rumah. Nak tahu kenapa tanyalah orang yang bergaji rendah. Hidup pun susah. Mati pun susah. Lalu bagaimana anak-anak muda itu melihat masa hadapan. Apakah ada sinar untuk mereka.

Cabaran masa depan adalah lebih mencabar. Jauh lebih mencabar dari Tan Sri Isa Samad dalam memimpin Felda. Maka Felda dipengerusikan oleh Tan Sri yang berjiwa bersih lagi mulia. Maka sejahteralah penduduk pinang nan sebatang. Negeri perpatih sehat sejahtera. Bergumbiralah kita semua mempunyai pemimpin yang adil dan prihatin masalah rakyat. Tidak menipu kadar perahan minyak sawit. Tidak pernah sekali mengambil kesempatan. Yang benar katakan benar. Yang salah katakan salah. Maka tidak ada lagi benar atau salah. Yang ada hanyalah yang cepat atau lambat. Sebelum blah baik rembat dulu. Rakyat didahulukan Pencapaian Diutamakan.

Jika kamu baik orang datang kepada kamu. Sayugia perlukah kita menjadi orang baik jika disekeliling itu semua manusia jahat. Manusia selagi manusia tetaplah manusia. Tidak pernah puas dengan apa yang ada. Sentiasa mencari jalan untuk keluar dari permasalahan melanda. Sentiasa fikiran maju ke hadapan. Ingin bergerak pantas mengejar harta dan cita. Ingin sekali rumahtangga bahagia bersama sang isteri dan anaknya. Shahdan itulah asas kita. Semua kita punya rasa yang sama. Semua kita kepingin suatu yang kita namakan kebahagiaan.

Tatkala SUK itu mengangkat sumpah hati riang gembira. Bersultan di mata beraja di hati. Maka apakah tiada lagi calonnya yang berkaliber. Maka bendahara mahukan itu juga. Tidak dapat tidak harus dituruti jua. Maka bergegarlah bumi dengan ribut dan taufan. Maka tiada lagi harapan untuk masa depan. Politik dan kuasa itu ialah ekonomi. Ekonomi itu adalah punca-punca kehidupan. Undang-undang hanya mengikut saja apa yang termaktub. Maka manusia sekali lagi sedar bahawa semua itu permainan dan ciptaan mereka. Ada yang boleh berubah dan ada yang tidak. Jesteru hidup mesti terus dan jangan toleh belakang. Apapun yang terjadi hidup mesti happy. Hargai setiap masa kerana detik hayat itu sangat berharga. Pencerahan itu akhirnya milik anak-anak muda !
 
Beliau merupakan senior penulis semasa menuntut di SMKA SHAMS Seremban pada 2001..Seorang yang sangat matang,cakap serupa bikin,bersahsiah tinggi dan mempunyai idealisme yang tinggi..